Sunnah-Sunnah Wudhu yang Sering Terlupakan

Sunnah-sunnah Wudhu yang sering terlupakan

KANGDENI.COM – Wudhu merupakan salah satu ibadah yang sangat sering dilakukan oleh seorang Muslim. Namun, di balik tata cara wudhu yang sudah umum diketahui, terdapat sejumlah sunnah yang diajarkan Rasulullah ﷺ yang kerap terlupakan dalam praktik sehari-hari.

Menghidupkan sunnah Nabi ﷺ merupakan bentuk kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

"Katakanlah, 'Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.'” (QS. Ali Imran: 31)

Berikut beberapa sunnah wudhu yang sering dilalaikan oleh banyak kaum Muslimin.

1. Berdoa Saat Masuk dan Keluar Kamar Mandi

Sebelum berwudhu, seseorang biasanya masuk ke kamar mandi terlebih dahulu. Rasulullah ﷺ mengajarkan doa ketika masuk kamar kecil:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan." (HR. Bukhari no. 142)

Ketika keluar, beliau membaca:

غُفْرَانَكَ

"Aku memohon ampunan-Mu." (HR. Abu Dawud no. 30, At-Tirmidzi no. 7)

Selain itu, termasuk adab yang dianjurkan adalah masuk dengan kaki kiri dan keluar dengan kaki kanan.

2. Bersiwak Sebelum Wudhu

Bersiwak termasuk sunnah yang sangat ditekankan. Rasulullah ﷺ bersabda:

لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ وُضُوءٍ

"Seandainya tidak memberatkan umatku, sungguh aku akan perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali berwudhu." (HR. Ahmad no. 9928)

Waktu yang lebih kuat menurut banyak ulama adalah sebelum memulai wudhu. Hal ini berdasarkan hadis Aisyah radhiyallahu ‘anha:

فَيَتَسَوَّكُ وَيَتَوَضَّأُ وَيُصَلِّي

"Kemudian beliau bersiwak, berwudhu, lalu salat." (HR. Muslim no. 746)

3. Berkumur dan Istinsyaq dengan Satu Cidukan Air

Rasulullah ﷺ tidak memisahkan antara berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidung. Dalam hadis Abdullah bin Zaid disebutkan:

فَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ مِنْ كَفٍّ وَاحِدَةٍ فَفَعَلَ ذَلِكَ ثَلَاثًا

"Beliau berkumur-kumur dan beristinsyaq dari satu telapak tangan, dan beliau melakukannya tiga kali." (HR. Muslim no. 235)

Ibnu Al-Qayyim menjelaskan bahwa sebagian air digunakan untuk berkumur dan sebagian lainnya untuk membersihkan hidung.

4. Menyempurnakan Wudhu Saat Kondisi Berat

Ketika cuaca dingin atau keadaan tidak nyaman, seorang Muslim tetap dianjurkan menyempurnakan wudhunya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ

"Menyempurnakan wudhu pada saat yang tidak disukai." (HR. Muslim no. 251)

Amalan ini menjadi sebab dihapusnya dosa dan diangkatnya derajat seseorang.

5. Menggunakan Air Secukupnya

Di tengah kemudahan mendapatkan air, sebagian orang justru berlebihan dalam menggunakannya. Padahal Nabi ﷺ memberikan teladan hidup sederhana.

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata:

كَانَ يَتَوَضَّأُ بِالْمُدِّ

"Beliau berwudhu dengan satu mud air." (HR. Bukhari no. 201 dan Muslim no. 325)

Hadis ini menunjukkan pentingnya menghindari pemborosan meskipun saat beribadah.

6. Membaca Syahadat dan Doa Setelah Wudhu

Setelah selesai berwudhu, Rasulullah ﷺ mengajarkan membaca syahadat:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Beliau bersabda:

"Tidaklah seseorang berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya kemudian mengucapkan syahadat tersebut, melainkan dibukakan baginya delapan pintu surga." (HR. Muslim no. 234)

Dalam riwayat At-Tirmidzi terdapat tambahan doa:

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

"Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan termasuk orang-orang yang menyucikan diri." (HR. Tirmidzi no. 55)

7. Salat Dua Rakaat Setelah Wudhu

Sunnah terakhir yang sering ditinggalkan adalah melaksanakan salat dua rakaat setelah wudhu.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ لَا يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barang siapa berwudhu seperti wudhuku ini kemudian salat dua rakaat dengan khusyuk, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari no. 164 dan Muslim no. 226)

Amalan ini juga dikenal sebagai kebiasaan sahabat Bilal radhiyallahu ‘anhu. Ketika ditanya Nabi ﷺ tentang amalan yang paling diharapkannya, Bilal menjawab bahwa setiap kali berwudhu pada siang atau malam hari, ia selalu melaksanakan salat setelahnya. (HR. Bukhari no. 1149)

Penutup

Tujuh sunnah wudhu di atas mungkin terlihat sederhana, tetapi memiliki keutamaan yang besar. Menghidupkan kembali sunnah-sunnah yang mulai terlupakan merupakan bagian dari upaya mengikuti jejak Rasulullah ﷺ dalam kehidupan sehari-hari. Semoga Allah Ta’ala memudahkan kita untuk mengamalkan sunnah-sunnah tersebut secara istiqamah dan meraih pahala yang dijanjikan-Nya.

Wallahu a‘lam bish-shawab.

Inspirasi

Deni Kurnia
Deni Kurnia Guru, Youtuber, dan terutama seorang pembelajar