Sejarah BMC Bandung: Ketika Susu Bandung Menjadi Kebanggaan Hindia Belanda
Sejarah BMC Bandung, pusat pengolahan susu terbesar di Hindia Belanda yang mengangkat kejayaan susu Bandung dan industri sapi perah Nusantara. Baca kisahnya di kangdeni.com.
Jika berbicara tentang Bandung tempo dulu, banyak orang mengingat Braga, Gedung Sate, atau Jalan Asia Afrika. Namun, ada satu ikon lain yang pernah mengharumkan nama Kota Kembang hingga ke berbagai penjuru Hindia Belanda, yakni Bandoengsche Melk Centrale (BMC) atau Pusat Susu Bandung.
Pada masanya, BMC bukan sekadar pabrik pengolahan susu. Perusahaan ini menjadi simbol kemajuan industri peternakan sapi perah di Bandung sekaligus pusat distribusi susu terbesar di Nusantara.
BMC, Ikon Susu Bandung Tempo Doeloe
Sejak akhir abad ke-19, wilayah Bandung telah dikenal sebagai salah satu sentra penghasil susu sapi berkualitas tinggi.
Kesuburan tanah, udara pegunungan yang sejuk, serta berkembangnya peternakan sapi perah membuat Bandung menjadi daerah ideal untuk produksi susu. Bahkan, perjalanan kereta pos dari Batavia menuju Bandung konon selalu menyediakan susu segar bagi para penumpangnya sebagai pelepas dahaga selama perjalanan.
Catatan perjalanan seorang dokter Belanda pada tahun 1786 juga menyebutkan bahwa rombongan dari Batavia mulai menikmati susu Bandung ketika tiba di kawasan Cianjur sebelum melanjutkan perjalanan ke Bandung.
Produksi Susu Terbesar di Hindia Belanda
Memasuki tahun 1938, industri susu di Bandung berkembang sangat pesat.
Tercatat terdapat 22 perusahaan pemerahan susu yang mampu menghasilkan sekitar 13.000 liter susu setiap hari. Seluruh hasil produksi tersebut ditampung oleh Bandoengsche Melk Centrale (BMC) untuk dipasteurisasi sebelum dipasarkan ke Bandung maupun berbagai daerah lain.
Keberhasilan itu membuat Direktur BMC dengan bangga menyatakan bahwa di seluruh Hindia Belanda hanya ada satu pusat pengolahan susu sebesar BMC di Bandung.
Peternakan Sapi Perah Berkembang Pesat
Kemajuan industri susu Bandung tidak lepas dari hadirnya peternak-peternak Eropa yang mendatangkan sapi perah unggul dari Friesland, Belanda.
Beberapa perusahaan peternakan terkenal saat itu antara lain berada di kawasan Cisarua dan Lembang. Salah satunya adalah perusahaan milik keluarga Ursone yang berdiri sejak 1895.
Awalnya, peternakan tersebut hanya memiliki sekitar 30 ekor sapi dengan produksi sekitar 100 botol susu per hari. Menjelang tahun 1940, jumlah ternaknya meningkat menjadi sekitar 250 ekor sapi dengan produksi mencapai ribuan liter susu setiap hari.
Sementara itu, kawasan Pangalengan berkembang menjadi sentra peternakan sapi perah terbesar. Banyaknya sapi unggulan yang dipelihara di sekitar Danau Cileunca membuat wilayah tersebut dijuluki "Friesland van Indiƫ" atau Friesland-nya Hindia.
Tidak Hanya Susu Segar
BMC juga mengembangkan berbagai produk olahan susu.
Selain susu segar, perusahaan ini memproduksi:
- Mentega
- Keju
- Es krim
- Susu cokelat
- Krim
- Bahan baku kosmetik berbasis susu
Hampir seluruh produksi susu Jawa Barat pada masa itu diproses oleh BMC sehingga kualitasnya tetap terjaga sebelum sampai ke tangan konsumen.
Pengaruh Friesland hingga Indonesia Merdeka
Menariknya, meskipun Indonesia telah merdeka, jejak industri susu Belanda masih bertahan.
Merek Frisian Flag, yang menggunakan simbol bendera Friesland, tetap dikenal luas di Indonesia. Kehadiran produk tersebut menjadi bukti kuatnya pengaruh peternakan sapi perah Belanda terhadap perkembangan industri susu nasional.
Namun demikian, kejayaan Susu Bandung perlahan mulai memudar. Nama Bandung yang dahulu identik dengan susu berkualitas tinggi kini lebih dikenal sebagai kota wisata dan pendidikan.
Warisan Berharga Industri Susu Bandung
Kisah Bandoengsche Melk Centrale menunjukkan bahwa Bandung pernah menjadi pusat industri susu terbesar di Nusantara.
Keberadaan BMC bukan hanya mendorong kemajuan ekonomi, tetapi juga menjadi tonggak berkembangnya peternakan sapi perah modern di Indonesia. Berkat dukungan alam pegunungan Priangan dan inovasi para peternak, Bandung berhasil menorehkan sejarah sebagai salah satu daerah penghasil susu terbaik pada masa Hindia Belanda.
Meski bangunan dan kejayaannya kini tinggal kenangan, warisan BMC tetap menjadi bagian penting dari sejarah Bandung Tempo Doeloe serta perkembangan industri susu di Indonesia.
