Memahami Ulang Tata Cara Wudhu Sesuai Petunjuk Nabi
KANGDENI.COM – Wudhu merupakan syarat sah shalat. Karena itu, setiap Muslim perlu memahami tata cara wudhu yang benar sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ. Tidak sedikit amalan yang telah menjadi kebiasaan masyarakat ternyata tidak memiliki landasan yang kuat dari sunnah. Oleh sebab itu, penting untuk kembali merujuk kepada Al-Qur'an dan hadits yang shahih.
Shalat Tidak Sah Tanpa Wudhu
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا تُقْبَلُ صَلَاةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ وَلَا صَدَقَةٌ مِنْ غُلُولٍ
"Tidak diterima shalat tanpa bersuci, dan tidak diterima sedekah dari harta hasil pengkhianatan." (HR. Muslim no. 224)
Dalam hadits lain, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا تُقْبَلُ صَلَاةُ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ
"Shalat salah seorang di antara kalian tidak akan diterima apabila ia berhadats sampai ia berwudhu." (HR. Bukhari no. 6954 dan Muslim no. 225)
Hadits-hadits ini menunjukkan bahwa wudhu adalah syarat mutlak sahnya shalat.
Tata Cara Wudhu Nabi ﷺ
Tata cara wudhu yang sempurna dijelaskan dalam hadits panjang dari Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu. Beliau memperagakan wudhu Rasulullah ﷺ dengan membasuh anggota wudhu secara berurutan, lalu berkata:
"Aku melihat Rasulullah ﷺ berwudhu seperti wudhuku ini." (HR. Bukhari dan Muslim)
Berdasarkan hadits-hadits shahih, tata cara wudhu Nabi ﷺ dapat diringkas sebagai berikut:
- Berniat dalam hati untuk berwudhu.
- Membaca Bismillah.
- Membasuh kedua telapak tangan tiga kali.
- Berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidung, lalu mengeluarkannya, sebanyak tiga kali.
- Membasuh seluruh wajah tiga kali.
- Membasuh kedua tangan hingga siku, dimulai dari tangan kanan, masing-masing tiga kali.
- Mengusap seluruh kepala satu kali, termasuk kedua telinga.
- Membasuh kedua kaki hingga mata kaki, dimulai dari kaki kanan, masing-masing tiga kali.
Niat Tidak Perlu Dilafalkan
Niat tempatnya di dalam hati. Rasulullah ﷺ tidak pernah mengajarkan bacaan niat sebelum wudhu seperti yang sering diucapkan sebagian orang.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:
"Letak niat adalah di hati, bukan di lisan. Hal ini berdasarkan kesepakatan para ulama kaum muslimin."
Karena itu, cukup menghadirkan niat dalam hati ketika hendak berwudhu.
Berkumur dan Istinsyaq Dilakukan Bersamaan
Salah satu sunnah yang sering ditinggalkan adalah menggabungkan berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidung dalam satu cidukan tangan.
Dari Abdullah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa Nabi ﷺ berkumur-kumur dan beristinsyaq menggunakan satu cidukan air, dan beliau melakukannya tiga kali. (HR. Bukhari dan Muslim)
Cara ini lebih sesuai dengan petunjuk Nabi ﷺ dibanding memisahkan keduanya.
Mengusap Kepala Cukup Sekali
Berbeda dengan anggota wudhu lainnya yang dianjurkan tiga kali, kepala cukup diusap satu kali.
Abdullah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ mengusap kepalanya dengan menarik kedua tangan dari depan ke belakang, lalu kembali ke depan. (HR. Bukhari)
Inilah tata cara yang paling kuat berdasarkan riwayat-riwayat shahih.
Telinga Termasuk Bagian Kepala
Ketika mengusap kepala, telinga juga diusap dengan air yang sama tanpa mengambil air baru.
Rasulullah ﷺ bersabda:
الأُذُنَانِ مِنَ الرَّأْسِ
"Kedua telinga termasuk bagian dari kepala." (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Karena itu, telinga tidak dibasuh terpisah dari kepala.
Mengusap Seluruh Kepala
Allah Ta'ala berfirman:
وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ
"Dan usaplah kepala kalian." (QS. Al-Ma'idah: 6)
Penjelasan hadits-hadits shahih menunjukkan bahwa yang dimaksud adalah mengusap seluruh kepala, bukan hanya sebagian atau ubun-ubun saja.
Dalam riwayat Ibnu Khuzaimah disebutkan:
وَمَسَحَ رَأْسَهُ كُلَّهُ
"Beliau mengusap seluruh kepalanya."
Hal ini menunjukkan kesempurnaan wudhu yang diajarkan Rasulullah ﷺ.
Penutup
Wudhu bukan sekadar membasuh anggota tubuh sebelum shalat, tetapi merupakan ibadah yang memiliki tata cara khusus berdasarkan tuntunan Nabi Muhammad ﷺ. Dengan mengikuti sunnah beliau dalam berwudhu, seorang Muslim tidak hanya mendapatkan kesucian lahir, tetapi juga pahala dan ampunan dari Allah Ta'ala. Karena itu, hendaknya setiap Muslim berusaha mempelajari dan mempraktikkan wudhu sesuai petunjuk Rasulullah ﷺ.
Inspirasi bacaan: https://rumaysho.com/952-meluruskan-tata-cara-wudhu-sesuai-petunjuk-nabi.html
